Perawatan Chemical Peeling: Cara Kerja – Kegunaan dan Efek Samping

By | December 8, 2018

Sponsors Link

Berbicara tentang perawatan chemical peeling, tentunya Anda sudah tak asing lagi, bukan? Hampir di setiap klinik kecantikan pasti menyediakan treatment chemical peeling. Biasanya peminatnya juga cukup banyak. Bisa perempuan ataupun laki-laki yang memilki permasalahan pada wajahnya. Nah, kali ini kita akan membahas perawatan chemical peeling. Mulai dari definisi, cara kerja hingga efek sampingnya. Apabila Anda penasaran maka simak ulasan di bawah ini ya!

Definisi dan Fungsi Chemical Peeling

Chemical peeling merupakan perawatan kecantikan dimana lapisan kulit terluar (epidermis) dikelupas dengan menggunakan larutan kimia tertentu. Pengelupasan ini bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran dan minyak pada pori-pori.  Sehingga nantinya kulit akan lebih bersih dan halus. Selain itu, wajah juga akan merangsang pertumbuhan sel-sel baru yang lebih sehat.

Perawatan chemical peeling bersifat multifungsi. Saat kulit terluar dikikis, ini membuat proses regenerasi sel-sel kulit berlangsung lebih optimal. Toksik pada lapisan kulit juga ikut keluar. Semua prosedur tersebut dapat memberikan keuntungan:

  • Peremajaan kulit
  • Kulit menjadi kencang dan elastis
  • Untuk cara mencerahkan wajah
  • Keriput dan garis halus tersamarkan
  • Menghilangkan bintik hitam di wajah
  • Bekas luka dan jerawat pun juga menipis

Bahan-Bahan Kimia yang Digunakan Dalam Chemical Peeling

Dalam melakukan perawatan chemical peeling terdapat bahan kimia tertentu yang digunakan untuk mengelupasi kulit epidermis. Bahannya cukup bervariasi. Memiliki fungsi yang berbeda-beda dan biasanya disesuaikan dengan tipe kulit.

1. Asam Salisilat (Salicylic Acid)

Merupakan senyawa asam yang diperoleh dari ekstrak buah-buahan. Penggunaan senyawa ini memiliki banyak manfaat, yakni:

  • Mengangkat sel-sel kulit mati dan merangsang proses regenerasi sel-sel baru
  • Membersihkan pori-pori dari minyak dan kotoran
  • Menyamarkan flek hitam
  • Membantu menghilangkan jaringan parut yang merupakan bekas jerawat
  • Menghilangkan komedo
  • Menghilangkan bekas luka

2. Asam Alfa Hidrosi (Alpha Hydroxy Acid-AHA)

Senyawa ini terdiri dari asam glikolat (karbon rantai pendek-2C) dan asam laktat (karbon rantai panjang-3C) yang berasal dari ekstrak tumbuhan dan buah-buahan. Senyawa ini memiliki manfaat:

  • Mengangkat sel-sel kulit mati
  • Merangsang regenerasi sel-sel baru
  • Merangsang produksi kolagen pada lapisan kulit sehingga wajah akan menjadi lebih kecang

3. Clycolic Acid

Senyawa ini diekstrak dari tumbuhan dan buah-buahan. Fungsinya hampir sama dengan senyawa diatas, yakni:

  • Membantu mengangkat sel kulit mati
  • Merangsang pertumbuhan sel-sel kulit baru
  • Merangsang produksi kolagen
  • Memperbaiki struktur dan jaringan kulit yang kering dan rusak. Sehingga nantinya bisa lebih halus

4. Mandelic Acid

Senyawa ini merupakan turunan dari alpha hydroxy acid (AHA). Diekstrak dari tumbuhan dan buah-buahan, salah satunya kacang almond. Senyawa ini memiliki fungsi:

  • Mengatasi keriput dan garis halus pada wajah
  • Mengatasi kulit sunburn
  • Mengatasi hyperpigmentasi (penggelapan kulit berlebihan)
  • Meratakan warna kulit
  • Mengatasi peradangan kulit
  • Dan membantu mencerahkan wajah secara alami

5. Retinoid Acid

Asam retinoid sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar skincare, seperti krim malam yang diformulasikan khusus anti aging. Senyawa ini merupakan turunan vitamin A. Banyak ditemukan pada sayuran, protein hewani dan minyak hati ikan. Senyawa ini memiliki fungsi:

  • Menekan pigmentasi kulit wajah
  • Mengatasi kerusakan ringan pada jaringan kulit
  • Menyamarkan kerutan dan garis halus
  • Mencerahkan wajah kusam

6. Larutan Jessner

Larutan ini diformulasikan dari beberapa senyawa kimia, diantaranya resorsino, asam salisilat dan asam laktat. Biasanya larutan ini digunakan untuk mengatasi masalah kulit yang kompleks atau cukup parah. Senyawa ini mampu menembus lapisan kulit dalam dan bekerja optimal.

7. Trichloroacetic Acid

Senyawa ini dapat menembus bagian kulit tengah dan dalam. Biasanya dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan wajah yang cukup parah.

Macam-Macam Perawatan Chemical Peeling

Perawatan chemical peeling untuk setiap orang tentunya tidak sama. Namun disesuaikan sesuai kondisi kulit masing-masing. Berikut ini jenis-jenis chemical peeling berdasarkan kedalaman kulit yang dikikis:

1. Superficial Peeling

Jenis peeling ini adalah treatment yang paling ringan. Fungsinya untuk mengangkat lapisan kulit terluar (epidermis) dengan larutan kimia seperti asam salisilat, asam laktat dan asam glikosilat. Perawatan ini memiliki beberapa kegunaan diantaranya:

  • Mengatasi warna kulit yang tidak merata
  • Mengatasi masalah jerawat ringan
  • Mengatasi masalah kulit kering dan bersisik
  • Mencerahakan wajah kusam
  • Mengatasi masalah pori-pori yang melebar
  • Dan mengatasi garis halus pada wajah

Hasil dari perawatan ini tidaklah instan. Biasanya pasien disarankan melakukan pengulangan treatment hingga beberapa kali. Selain itu, kulit yang telah dipeeling juga menjadi kemerahan dan lebih sensitif sehingga tidak diperbolehkan kontak langsung dengan sinar matahari.

2. Medium atau Combined Peeling

Merupakan metode peeling yang bersifat sedang. Dilakukan dengan cara mengangkat lapisan kulit terluar dan tengah (epidermis dan dermis) menggunakan cairan Trichloroacetic acid. Peeling ini memiliki kegunaan:

  • Mengatasi pigmentasi yang berlebihan sehingga bisa menjadi tips agar wajah putih
  • Mengatasi warna kulit yang tidak merata
  • Mengatasi bekas jerawat
  • Merangsang pembentukan sel-sel baru
  • Menyamarkan keriput pada wajah

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, biasanya prosedur ini dianjurkan diulang setidaknya 1-2 kali dalam setahun. Pasien juga disarankan menghindari paparan sinar matahari secara langsung sebab kulit masih rentan dan sensitif. Apabila hendak beraktivitas di luar ruangan maka disarankan menggunakan sunblock atau sunscreen wajah.

3. Deep Peeling

Ini merupakan metode peeling yang paling sulit. Fungsinya untuk mengangkat lapisan kulit paling dalam (di bawah dermis). Biasanya memanfaatkan cairan carbolic acid (fenol). Perawatan ini memiliki kegunaan:

  • Mengatasi masalah keriput yang sudah parah
  • Menyembuhkan bekas luka
  • Mencerahkan wajah yang kusam dan mengalami hyperpigmentasi
  • Menyamarkan flek hitam pada wajah
  • Mengatasi perkembangan sel-sel abnormal

Perawatan deep peeling ini biasanya cukup dilakukan sekali saja. Umumnya sering dipraktekkan pada pasien yang memiliki masalah kulit rumit.

Cara Kerja Perawatan Chemical Peeling

Perawatan ini dimulai dari membersihkan wajah dari kotoran dan sisa-sisa make-up. Kemudian dokter akan mulai mengoleskan cairan peeling untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Cairan ini diratakan diseluruh bagian wajah sembari dipijat-pijat perlahan. Prosedur ini mungkin menyebabkan rasa perih, ini bergantung pada jenis cairan yang digunakan. Setelah sekitar 15 menit, dokter lalu membilas wajah pasien dengan air hangat.

Bagi pasien yang telah melakukan perawatan chemical peeling, dianjurkan untuk tidak terpapar matahari hingga proses regenerasi telah sempurna. Sebab sinar UV bisa menyebabkan kulit menjadi kemerahan, gatal-gatal, iritasi, sunburn dan berbagai masalah lainnya.

Kondisi yang Dilarang (Tidak Dianjurkan) Melakukan Peeling

Perawatan chemical peeling memang memiliki banyak kegunaan bagi kecantikan wajah. Namun demikian, terdapat beberapa kondisi yang dilarang melakukan perawatan ini. Diantaranya:

  • Orang yang memiliki masalah pigmentasi abnormal
  • Memiliki bekas jerawat parah atau jaringan parut (keloid) pada wajah
  • Seseorang yang mengonsumsi obat isotretinoin
  • Wanita yang hamil dan menyusui. Untuk mengatasi wajah kusam saat hamil dan perawatan wajah setelah melahirkan sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami
  • Penderita gangguan dematitis
  • Orang yang memiliki masalah kulit sensitif dan infeksi
  • Pengidap penyakit herpes
  • Dan sebagainya

Efek Samping Perawatan Chemical Peeling

Sama halnya dengan perawatan wajah microdermabrasi, treatment chemical peeling juga memberikan efek samping pada kondisi tertentu. Diantaranya:

  • Menimbulkan rasa perih
  • Rasa gatal pada wajah
  • Kulit menjadi kemerahan
  • Kulit semakin tipis
  • Terjadi inflamasi untuk sementara waktu
  • Kulit rentan menimbulkan bekas jika tergores
  • Mudah mengalami sunburn bila terpapar matahari

Perlu Anda ketahui bahwa efek samping diatas tidak selalu dialami oleh pasien yang melakukan chemical peeling. Perawatan ini tergolong aman, namun juga tidak boleh dilakukan berlebihan. Anda juga harus mengetahui tipe dan masalah wajah. Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mencoba chemical peeling.

Sponsors Link

FBWALinePinterestG+LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *