Alkohol di Dalam Skincare, Kapan Harus Dihindari dan Kapan Bisa Bermanfaat?

By | January 7, 2019

Alkohol di Dalam Skincare, Kapan Harus Dihindari dan Kapan Bisa Bermanfaat?Alkohol di Dalam Skincare, Kapan Harus Dihindari dan Kapan Bisa Bermanfaat?

Ladies, produk skincare ataupun makeup yang kita gunakan tersusun oleh berbagai bahan di dalamnya. Jika kamu memerhatikan, jika memiliki kosmetik yang benar dan telah terpercaya, di bagian belakangnya ada list kandungan-kandungan yang terdapat di dalamnya. Salah satunya adalah alkohol. Dan tahukan kamu, ternyata penggunaan alkohol di dalam produk kecantikan ini kebanyakan berbahaya. Namun, tidak semua membahayakan.

Berdasarkan seorang dermatologist Sharon Crichlow, kita akan membahas kapan waktunya alkohol bisa berbahaya untuk kulit dan kapan memberikan manfaat. Salah satunya adalah membaca label yang biasanya ada di belakang produk.

Kapan Alkohol Buruk untuk Skincare?

Dr. Crichlow menyebutkan jika alkohol yang berbahaya untuk kulit adalah tergantung pada jenis dan kegunaanya. Secara umum, alkhol sederhana dan alkohol aromatic bertindak sebagai pelarut dan melarutkan lipid pelindung, serta memperkuat lapisatn luar kulit. Kandungan ini menghidrasi sekaligus merusak kulit, bahkan juga bisa membuat iritasi. Dan kerusakan yang terjadi pada lapisan kulit terluar atau pelindung bisa membuat bahan lainnya masuk ke dalam kulit dan bisa memperburuk semuanya.

Jenis-jenis alkohol seperti ini cocok untuk mereka yang memiliki kulit berminyak, karena memberikan hasil yang matte dan kering. Tapi dalam jangka panjang, tidak disarankan lantaran bisa menyebabkan produksi minyak wajah meningkat hebat. Berikut ini adalah jenis-jenis alkohol yang perlu untuk diwaspadai ada di dalam prouk makeup ataupun skincare.

  • Ethanol
  • Propanol
  • Denatured alcohol
  • Ethyl alcohol
  • Methanol
  • Isopropyl alcohol
  • SD alcohol
  • Benzyl alcohol

Alkohol yang Baik untuk Skin Care

Tidak seperti alkohol sederhana, Dr. Crichlow menyebutkan jika fatty alcohols dan ester of alcohol juga bisa membantu kulit. Biasanya ini digunakan untuk mengentalkan krim dan juga salep dan bertindak sebagai emolien, sekaligus membantu kulit untuk mempertahankan kelembapannya. Dan ketiga digunakan dalam formulasi yang tepat, produk-produk yang mengandung formula ini tidak akan membahayakan kulit.

Baca juga: Inilah Urutan Mengaplikasikan Skincare dan Makeup yang Benar!

Tetapi masih saja mereka bisa menyumbat pori-pori dan menghasilkan jerawat. Mereka juga masih mampu menyebabkan dermatitis kontak alergi pada sebagian kecil, pada mereka yang memiliki jenis wajah sensitif. Jenis-jenis alkohol ini antara lain…

  • Cetyl alcohol
  • Stearyl or isostearyl alcohol
  • Cetearyl alcohol
  • Lauryl alcohol
  • Isopropyl myristate
  • Isopropyl palmitate
  • Glyceryl stearate

Jadi, mulai sekarang Ladies bisa lihat ingredients atau bahan-bahan penyusun saat membeli skincare atau makeup. Pilih kandungan-kandungan yang aman.

Sumber: Pop Sugar

The post Alkohol di Dalam Skincare, Kapan Harus Dihindari dan Kapan Bisa Bermanfaat? appeared first on MeraMuda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *